βοΈ DARAH & DUSTA
β οΈ Para koruptor telah mengubah Pancasila menjadi tameng busuk. Di balik sila-sila yang kudus, mengalir darah rakyat yang dihisap pelan-pelan. Setiap proyek fiktif, setiap mark-up anggaran, adalah tamparan bagi 5 sila sekaligus.
Rakyat makan nasi dan garam, sementara para tikus berlapis emas.
Sila ke-2 (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab) diinjak-injak ketika rumah sakit kekurangan obat, sementara uang negara mengalir ke rekening pribadi. Sila ke-5 (Keadilan Sosial) menjadi lelucon paling kejam bagi 270 juta jiwa yang menunggu keadilan.
βMereka bersumpah di atas kitab suci dan Pancasila, lalu menjualnya di pasar gelap kekuasaan.β
β°οΈ Mereka tidak layak menyebut nama Pancasila.
Suara rakyat akan menjadi gemuruh penghakiman. Bukan untuk membenci negara, tapi untuk menyelamatkannya dari para pengkhianat.